Selasa, 25 Juni 2013

DESKRIPSI TENTANG TUMBUHAN ANGIOSPERMAE

Tinjauan Umum Tentang Angiospermae
Angiospermae, tumbuhan yang tergolong dalam anak divisi ini berupa pohon-pepohonan, semak-semak maupun terna dengan batang yang bercabang monopodial atau simpodial. Berkas pengangkutan kolateral terbuka atau tertutup. Ada pula yang bikolateral, dalam akar selalu radikal. Dalam xilem selalu terdapat trakea dan trakeida. Batang dapat menunjukkan penebalan sekunder oleh karena aktivitas suatu jaringan yang melingkar. Kambium batang berserta daun amat bermacam-macam bentuk dan susunannya.
Angiospermae memiliki ciri antara lain :
     Memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah
     Mempunyai bunga sejati
     Umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba.
     Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda.
Dilihat dari strukturnya Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu :

a.    Monocotyledoneae (berkeping satu)
Monocotyledoneae dengan ciri khas antara lain :
     Mempunyai biji berkeping satu
     Berakar serabut
     Batangnya dari pangkal sampai ujung hampir sama besarnya.
     Tidak bercabang.
     Akar dan batang tidak berkambium.
Sebagai contoh misalnya : Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (pisang), Cocos nucifera (kelapa).

b.    Dicotyledoneae (berkeping dua)
Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini meliputi terna, semak-semak, perdu maupun pohon-pohon yang seperti telah disebutkan terdahulu dapat dikenal karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Seperti namanya telah menyebutkan tumbuh-tumbuhan ini mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (berbiji  belah) dan akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang khusus.
2.    Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok (akar tunggal) yang bercabang-cabang dan membentuk sistem akar tunggang.
3.    Batang berbentuk kerucut panjang. Biasanya bercabang-cabang dengan ruas-ruas dan buku-buku yang tidak jelas.
4.    Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang-kadang menyirip atau menjari.
5.    Daun tunggal atau majemuk, seringkali disertai oleh daun-daun penumpu, jarang mempunyai pelepah, helaian daun bertulang menyirip atau menjari.
6.    Pada cabang-cabang ke samping sering kali terdapat 2 daun pertama yang letaknya tegak lurus pada bidang median di kanan kiri cabang tersebut.
7.    Bunga bersifat di-tetra atau pentamer.
Adapun ciri-ciri anatomi dari dicotile adalah sebagai berikut :
1.     Baik akar maupun batang mempunyai kambium, hingga akar maupun batangnya memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder
2.    Pada akar sifat radikal berkas pengangkutanya hanya nyata pada akar yang belum mengadakan pertumbuhan menebal
3.    Pada batang bekas pengangkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar, diantarannya terdapat kambium, jadi bekas pengangkutannya bersifat kolateral terbuka, kadang-kadang bikolateral.
Dicotiledonae dapat dibedakan dalam 3 anak kelas :Monocmyceae (apatelae), Dialypetalae,  dan Sympetalae. Yang perbedaanya terletak dalam ada dan tidaknya daun-daun mahkota (petalae) dan bagaimana susunan daun-daun mahkota tersebut.
Berdasarkan ketiga anak kelas tersebut yang mana yang paling primitif tidak terhadap persesuaian pendapat. Ada yang mengganggap Monochlamydeae yang paling primitif dengan alasan : belum terdapatnya hiasan bunga dan cara penyerbukan yang anemogami, jadi mempunyai sifat-sifat yang mendekati sifat-sifat Gymnospermae.
Sebaliknya ada yang menganggap Dialypetalae yang paling primitif melihat jumlah daun-daun hiasan bunga yang besar dan susunanya menurut spiral seperti daun-daun pada cabang biasa. Juga masih banyak terdapat apokarpi pada bunganya.
Tumbuhan berbiji menunjukkan keanekaragaman struktur, pertumbuhan, dan proses-proses perkembangbiakan yang sungguh mengagumkan. Meskipun begitu, tumbuhan ini semuanya mempunyai ciri-ciri umum tertentu seperti :
1.    Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji, yang dihasilkan oleh bunga ataupun runjung.
2.    Sperma, atau sel kelamin jantan, menuju ke telur, atau sel kelamin betina, melalui suatu bangun yang disebut tabung serbuk sari, yang hanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan berbiji.
3.    Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang rumit.
4.    Pada hakikatnya semua tumbuhan berbiji memiliki pigmen hijau klorofil.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. TUKANGMBAWON - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz